Laman

posting pertama

ini postingan ane pertama setelah membuat domain baru di blog,setelah utak atik domain kenapa ya blog saya tidak terdaftar di google search engine.Ane bingung hrus bagaimana ini,apakah harus menunggu beberapa hari agar terdaftar..

Apabila pelaku kesalahan itu menunjukkan penyesalan atas kesalahan-kesalahannya dan bertobat secara sungguh-sungguh, maka Nabi Saw memperlihatkan belas kasihan kepadanya. Hal ini sebagaimana yang pernah terjadi pada sejumlah orang yang minta fatwa kepada beliau.

Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Abu Hurairah r.a berkata, “Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah Saw, seorang laki-laki datang seraya berkata, “Wahai Rasulullah, binasalah aku!â€‌

Rasulullah bertanya, “Apa yang terjadi padamu?â€‌

Laki-laki itu menjawab, “Aku telah melakukan hubungan suami-istri dengan istriku padahal aku sedang berpuasa Ramadhan.

Lalu Rasulullah Saw bertanya, â€کApakah ada seorang hamba sahaya yang kamu merdekakan?â€‌

Dia menjawab, “Tidak.â€‌

Nabi bertanya lagi, â€کMampukah kamu melakukan puasa selama dua bulan berturut-turut?â€‌

Dia menjawab, “Tidak.â€‌

Nabi bertanya lagi, “Apakah kamu mampu memberi makan sebanyak enam puluh orang miskin?â€‌

Dia menjawab, “Tidak.â€‌

Abu Hurairah berkata, “Nabi Saw terdiam sejenak lalu pergi. Pada saat kami masih dalam keadaan terdiam seperti itu, beliau datang membawa sekeranjang kurma seraya bersabda, â€کMana orang yang bertanya itu?â€‌

Laki-laki itu menjawab, “Aku di sini.â€‌

Nabi berkata, “Ambillah kurma ini dan bersedekahlah dengannya.â€‌

Lalu laki-laki itu berkata lagi, â€کWahai Rasulullah, apakah sedekah ini harus aku berikan kepada orang yang lebih miskin daripada aku? Demi Allah, tidak ada satu keluarga pun di antara dua distrik perkampungan ini yang lebih miskin dari aku!â€‌

Mendengar jawaban dengan kata-katanya ini, Rasulullah tertawa hingga tampak gigi gerahamnya seraya bersabda, â€کBerilah keluargamu makanan dengan kurma ini.â€‌





Sumber : Kitab “Cara Nabi Saw Menegur dan Meluruskan Kesalahanâ€‌, Salih Al Munjid

Wanita Yang Menasihati Seorang Alim

Malik di dalam Muwattha’ meriwayatkan dari Yahya bin Said dan Al-Qasim bin Muhammad bahwa dia berkata “Istriku wafat, maka Muhammad bin Kaab Al-Qurazhi mendatangiku untuk bertakziyah. Muhammad berkata, “Di kalangan Bani Israil terdapat seorang faqih, alim, ahli ibadah dan ahli berijtihad. Dia beristri. Dia mengagumi dan mencintai istrinya. Ketika istrinya wafat, dia sangat bersedih dan sangat menyesalinya, hingga dia menyendiri di rumah, menutup diri, dan menghindari orang-orang.
Tidak ada seorang pun yang menemuinya. Hingga ada seorang wanita yang mendengar­ hal tersebut. Wanita itu mendatangi kediaman orang alim tersebut dan berkata, ‘Aku ada perlu dengannya. Aku ingin meminta fatwa, tidak bisa diwakilkan’.
Orang-orang pergi dan wanita ini menunggu di pintu. Wanita ini berkata, ‘Aku harus bertemu dengannya’. Seseorang menyampaikan kepada laki-laki alim itu, ’Ada seorang wanita di pintu yang ingin meminta fatwamu. Wanita itu berkata bahwa ia hanya ingin berbicara denganmu. Orang-orang telah bubar sementara ia tetap di pintu. Si Alim itu pun berkata, ‘Suruh ia masuk’. Wanita itupun masuk dan berkata kepada orang alim tersebut, ‘Aku datang untuk meminta fatwamu dalam suatu perkara.’ Si Alim itu bertanya,’Apa itu?.’
Sang wanita pun mulai bercerita, “Aku meminjam perhiasan dari tetanggaku. Aku memakainya dan meminjamkannya beberapa waktu, kemudian mereka memintaku mengembalikannya. Apakah aku harus mengembalikannya?’. Laki-laki itu menjawab, ‘Hal itu lebih wajib atasmu mengembalikannya pada mereka ketika mereka meminjamkannya beberapa waktu.’
Wanita itu berkata, ‘Semoga Allah merahmatimu. Apakah kamu menyesali apa yang Allah pinjamkan kepadamu kemudian Dia mengambilnya darimu sementara Dia lebih berhak daripada dirimu?’ Laki-laki alim ini tersadar dari kekeliruannya dan ucapan wanita ini sangat berguna baginya.”
Saudaraku, kisah ini mengingatkan kita bahwa seorang ulama juga bisa lalai terhadap apa yang mereka ketahui dan mengerti, apa yang Allah ambil hanyalah apa yang Ia titipkan kepada kita. Dan tidak ada halangan bagi wanita ketika berusaha mengajarkan dan menyebarkan kebaikan kepada manusia asalkan ia bisa menjaga diri dari mudharat dan terjerumus dari hal yang diharamkan. Wallohualam.

Dari raja' bu in maisur al-majusyi'i dia mengatakan "Kami berada di majlis al-mirri saat ia berbicara lalu ia berkata kepada seorang pemuda yang ada di hadapanya,bacalah wahai pemuda! Lau pemuda itu membaca ,"berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang orang yang dzhalim tidak mempunya teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafaatnya (Al-mu'min:18)
Lalu shalih menyela baca'an itu dan berkata "bagaimana mungkin seorang yang dzhalim mempunyai pembela?Demi Allah seandainya engkau melihat orang orang saat di giring di neraka dengan di rantai tidak beralas kaki wajah sangat hitam dan telanjang bulat lalu ia berkata mau di bawa kemana kami?mau di apakan kami? Dan malaikat mengiring mereka dengan membawa palu godam dan sesekali malaikat menginjak wajahnya mereka menangis darah karena air matanya sudah habis.Seandainya enkau ada di sana enkau tidak akan melihat itu semua kakimu akan lemas dan gemetar lalu shalih berkata betapa jeleknya pemandangan itu betapa buruknya perjalan itu!lalu shalih menangis dan orang orang di sekitarnya pun ikut menangis.
Lalu pemuda itu berkata inalillah! Betapa aq sangat lalai selama ini ya rabb betapa aq telah menyia-nyiakan waktuku dan hidupku selama ini.
Pemuda itu pun berdoa dan menangis dengan mengarah pada kiblat Ya Allah aku bertaubat kepadamu dengan tidak ada riya' Ya Allah terimalah taubatku ini atas dosaku sebelumnya,wahai dzat yang maha pengasih.kepadamu kulepaskan ikatan dosa dari leherku.setelah itu ia pingsan.
Shalih dan saudara saudaranya menjenguknya selama beberapa hari lalu ia meninggal.Shalih sering menyebut pemuda itu dalam majlisnya dengan berkata Sungguh ia meninggal karena Al-quran.seseorang memimpikan pemuda tersebut setelah kematianya "apa yang telah kau lakukan?" ia menjawab "keberkahan majelis shalih memliputiku sehingga aku masuk dalam keluasan rahmat Allah yang meluputi segalanya" Wallahu alam

AL-QURAN tlah menyampaikan kepada kita secara panjang dan lebar tentang kesombongan dan ketamakanya.AL-QURAN juga menyampaikan tentang adzab yang turun kepada firaun.Manakala ALLLAH SWT menenggelamkan bala tentaranya lalu membinasakanya dan jibril meyaksikan itu.JIBRIL bercerita kepada RASULULLAH SAW bahwa saat firaun tenggelam dia berkata "aku percaya bahwa tidak ada tuhan selain ALLLAH SWT" lalu jibril menyumpal mulut firaun dengan lumpur agar firaun tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid,karena takut pertobatanya di terima oleh ALLAH SWT.
Apa yang di lakukan jibril tidak lain karena kebencianya kepada firaun yang memerangi islam dan memfitnah orang beriman dan melakukan kerusakan di atas bumi.
Mungkin ada yang berkata bahwa bukankah ALLAH SWT tidak menerima taubat saat ajal datang dan pada saat nafas ada di kerongkongan?jibril mengira bahwa ALLAH SWT akan mengampuni firaun sementara dia dalam keadan begitu?jawabanya adalah bahwa jibril melakukanya tanpa mengunakan ilmu ALLAH SWT.
Waullohua'alam.




.

apakah islam itu

Islam adalah....

PR